Donat Ubi Ungu

Donat Ubi Ungu

Masih punya stok ubi ungu di rumah yang udah seminggu lebih nongkrong manis di lemari dapur. Akhirnya terpikir untuk bikin donat ubi ungu. Resep aslinya dari donat kentang mbak Dame Tobing yang udah pernah saya post. Saya modifikasi biar pas. Ini kedua kalinya nyoba, yang pertama kali gagal, kurang mengembang. Ngga tau kenapa. Sepertinya sih kurang air. Karena tekstur kentang dan ubi ungu ternyata berbeda. Ubi ungu lebih kering sehingga membutuhkan air lebih banyak.

Jadii…resep yang ini udah melalui tahap uji coba yaaa…hehe… Hasilnya donat yang empuuuuk dengan aroma ubi ungu. Check it out!

Bahan :
200 gr tepung terigu protein tinggi
2 sdm susu bubuk
6gr gr ragi instan (1/2 sachet kecil)
10 gr gula pasir (ubi ungu sudah manis jadi hanya pakai sedikit gula)
1/4sdt baking powder
100 gr ubi ungu kukus, haluskan
90 ml air dingin (bisa kurang atau lebih, sesuai kondisi adonan)
1 kuning telur
40 gr mentega
¼ sdt garam

Cara Membuat :

  1. Campurkan tepung terigu, susu bubuk, baking powder, gula dan ragi. Aduk hingga rata.
  2. Tambahkan ubi ungu halus, masukkan kuning telur dan tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga rata dan setengah kalis.
  3. Tambahkan garam dan mentega, terus uleni hingga kalis dan elastis.
  4. Diamkan selama kurang lebih 30-45 menit, atau hingga adonan mengembang 2x lipat, tutupi dengan penutup wadah atau serbet lembab agar adonan tidak kering.
  5. Setelah mengembang, kempiskan adonan
  6. Cetak memakai cetakan donat.
  7. Diamkan selama kurang lebih 30 menit atau hingga mengembang kembali.
  8. Goreng donat dengan api kecil hingga matang.
  9. Angkat dan tiriskan. Setelah dingin bisa diberi topping sesuai selera.

Gimanaa? Mudah kan Bunda?

sedikit tips dalam menghaluskan ubi ungu, saya sengaja tidak menghaluskan dengan sempurna. Jadi ketika dicetak adonan donatnya, terlihat seperti ada tekstur bintik-bintik ungu yang membuat donat jadi terlihat unik dan cantik. Saya menghaluskan ubi menggunakan whisk mikser, tinggal digencet-gencet aja gitu sampai agak halus.

cantik yaa warna ungunya :)
Ubi Ungu yang sudah dihaluskan. Cantik yaa warna ungunya 🙂

Ini foto donat sebelum dan sesudah di proofing pasca di cetak.

Donat setelah dicetak, ditunggu selama 30 menit sampai mengembang
Donat setelah dicetak, ditunggu selama 30 menit sampai mengembang
Donat setelah mengembang
Donat setelah mengembang. Terlihat ada bintik-bintik ungu nya.

Setelah digoreng, begini nih penampakannya :

Donat yang sudah digoreng
Donat yang sudah digoreng, siap diberi topping

Seperti biasa, topping favorit adalah Cokelat. Kali ini saya juga pakai topping keju. Ternyata ubi ungu dipadukan dengan keju enaaak pakai banget. Untuk topping keju, saya membuat krim keju sendiri sebagai olesan, kemudian ditaburkan keju parut. Jadi olesannya ga cuman pakai mentega atau buttercream yaa.. Entah kenapa kalau saya ngga begitu suka buttercream. Eneg rasanya di lidah saya.

Bahan bikin krim keju untuk olesan: Susu UHT cair Full cream dan keju cheddar lembaran atau keju parut.

Cara membuat : panaskan susu UHT di atas api kecil (sedikit saja ya. dikira-kira dengan jumlah donat yang akan diberi topping), setelah panas masukkan keju (secukupnya juga. saya pakai ilmu kira-kira). kemudian aduk-aduk hingga mengental. Krim siap digunakan untuk olesan.

Jadi dehhhh Donat Ubi Ungu ala La Kitchen

🙂

Iklan

Kue Ku Ubi Ungu

Kue Ku Ubi Ungu

Yuhuuuu…bereksperimen menggunakan ubi ungu. Cantiiik. Itu warna alami dari ubi ungu, nggak pakai tambahan pewarna. Ubi ungu yang dianggap sebagai makanan kampung sesungguhnya memiliki banyak kandungan gizi. Peneliti dari Universitas Negara Bagian Kansas, Amerika Serikat, menemukan  bahwa pigmen warna ungu dalam ubi ungu mengandung antosianin, yang dapat menurunkan risiko kanker dan bahkan memperlambat beberapa jenis penyakit. Manfaat ubi ungu selengkapnya dapat disimak di link berikut ini : http://www.kompasiana.com/surpree/ubi-ungu-makanan-super-anti-kanker-antioksidan-dan-anti-bakteri-yang-kaya-manfaat_551f8412a333118940b65b6c

Nahh..Kue Ku Ubi Ungu ini merupakan salah satu makanan olahan ubi ungu yang layak dicoba di rumah. Rasanya enak dan sehat tentunya. Kue Ku atau yang sering juga disebut dengan Kue Thok (barangkali karena proses pembuatannya pakai di getok-getok 😀  ) termasuk jajanan tradisional yang sepertinya sudah mulai langka ditemukan. Dalam rangka ikut melestarikan jajajan tradisional Indonesia (halahhhh), maka saya mencoba membuat Kue Ku dengan menggunakan ubi ungu. Yuk mari langsung disimak.

Bahan-bahan :

Kulit:
225 gram tepung ketan putih
50 gram gula tepung
75 gram ubu ungu, dikukus dan dihaluskan
1/2 sdt garam
170 ml santan hangat dai 1/4 butir kelapa

Isi:
100 gram kacang hijau kupas, rendam 2 jam
100 ml santan kental.
75 gram gula pasir
1 lembar daun pandan, sobek sobek
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanili bubuk

Cara Membuat :
Isi:
Kukus kacang hijau hingga matang dan empuk. Haluskan kemudian campur dengan gula pasir, santan, vanili, daun pandan dan garam. Masak dengan api kecil hingga kalis. Dinginkan dan bentuk bola-bola. Takaran gula boleh dikurangi sesuai selera. Masukkan sedikit-sedikit gulanya dan diicipi saat memasak.

Kulit:

1. Campur tepung ketan, gula tepung, ubi ungu yang telah dihaluskan dan garam. Aduk rata. Masukan santan sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis. Kalau adonan sudah lembab, santan tidak perlu dihabiskan.

IMG20150906174941

2. Ambil sedikit adonan, taruh ke dalam cetakan yang sudah ditaburi tepung ketan agar tidak lengket, beri isi, dan tutup kembali dengan adonan kulit. Padatkan dengan ditekan-tekan.

PhotoGrid_14415850737563. Keluarkan kue dengan cara mengetokan cetakan diatas daun pisang, kemudian letakkan adonan di atas daun pisang kecil.

IMG201509061856504. Kukus selama 10 menit dengan api sedang. Setiap 2 menit, buka tutup kukusan agar motif yang tercetak pada permukaan kue tidak hilang terkena uap panas.

5. Setelah matang, angkat dan oles permukaan kue dengan sedikit minyak supaya tidak lengket. Minyaknya pakai minyak baru yaa..dan cukup sedikit aja. Hasilnya permukaan kue terlihat agak mengkilap.

permukaan kue diolesi sedikit minyak

Pukis Vanila Pandan

Pukis Vanila Pandan

Lagi-lagi pakai resepnya bu Fatmah Bahalwan.

Hasilnya pukis yang enak, empuk dan legit.

Ini resepnya:

Bahan A:

25 gr​ tepung terigu protein sedang
50 ml​ air
1 sdt​ ragi instan

Bahan B:

3 btr​ telur
200 gr​ gula pasir
1/2 sdt vanilla
250 gr​ tepung terigu protein sedang
300 ml​ santan sedang
50 ml​ minyak goreng
1 sdt​ garam

Cara membuatnya:

  1. Campur Bahan A, aduk rata, diamkan 15 menit.
  2. Di tempat lain, kocok telur, gula pasir dan vanilla hingga kental, masukkan adonan A, aduk rata.
  3. Masukkan juga bergantian tepung terigu dan santan yang telah diberi garam sambil diaduk hingga rata. Tuangkan minyak, aduk rata. Saring bila perlu. Diamkan selama 1 jam (kalau saya minimal 2 jam)
  4. Panaskan cetakan kue pukis, tuang adonan setengahnya saja. Biarkan hingga terlihat bersarang. Tutup. Matangkan. Angkat.

Mudah kaaan?

Gak perlu trik khusus untuk bikin kue pukis. Cuman ada sedikit tambahan, kalau saya, biar ada aroma pandan, santannya saya rebus pakai daun pandan terlebih dahulu, terus didinginkan baru dibuat untuk campuran adonan. Gitu ajah.

Untuk topping, silahkan pakai topping kesukaan ya. Kalau favorit saya keju dan cokelat.

Selamat mencoba bunda-bunda cantik ^^

Sayur Bening Daun Kelor

image

Hayooo…siapa yang pernah makan daun kelor? Jangan-jangan ada yang belum tau seperti apa wujud daun kelor. Kalau peribahasa : dunia tidak selebar daun kelor, pasti pernah denger kaan? Kenapa daun kelor yang disebut-sebut? Karena daunnya kecil-kecil. Hehe..tapiii walaupun kecil, daun kelor ini punya manfaat amat besar. Kandungannya yang kaya zat gizi membuat pohon kelor disebut sebagai the miracle tree. Kandungan gizi tersebut antara lain:
mengandung Potasium Tiga kali lipat dari pada pisang.
mengandung Kalsium Empat kali lipat lebih banyak daripada susu.
memiliki Vitamin C Tujuh kali lipat daripada jeruk.
Mengandung Vitamin A Empat kali lipat lebih banyak dari pada wortel.
Juga memiliki Dua kali lipat protein dari pada susu.

Kecil-kecil cabe rawit yahh. Meski kecil, manfaatnya segudang. Pohon kelor ini juga termasuk pohon yang mudah tumbuh. Jadi ga ada salahnya mencoba menanamnya di depan rumah.

Nahh, kali ini mau berkreasi dengan daun kelor. Sederhana aja sih masaknya, cuman dibikin sayur bening. Maklum kalau saya ga suka masak yang ribet-ribet. Sayur bening daun kelor selalu menjadi pilihan ketika lagi males masak atau ga ada stok sayuran di rumah. Tinggal ambil daun kelor di depan rumah, terus dimasak deh.

Bumbu-bumbunya standar yaaa…
Bawang merah, bawang putih, lengkuas, daun salam, gula, garam.

image

caranya, rebus air bersama bumbu-bumbu sampai mendidih. Masukkan daun kelor yang sudah dipreteli dari tangkainya. Masak sampai matang.
Gampang kan?

Rasanya…? Enaak n segeer. Pastinya ga seenak sup iga atau capcay yang berisi sosis dan bakso. Tapiii sehaaat. Hampir sama dengan sayur bayam. Bisa ditambahkan jagung muda juga yaahh di dalamnya.
Selamat mencobaa.

#FC Friendly

Donat Kentang

Donat Kentang resep Dame Tobing

image

Donat kentangnya Mbak Dame Tobing ini agak berbeda dengan punyanya bu Fatmah Bahalwan yang biasanya saya bikin. Bedanya ada pada penggunaan baking powder. Selain itu, telur dan kentang yang dipakai lebih sedikit. Jadi lebih irit. Hehe.
Kalau dari segi rasa, semua enak dan empuuuuk. Memang punyanya bu Fatmah lebih legit dan gurih. Mungkin karena telur dan kentangnya yang lebih banyak.
Kalau dari segi pembuatan, punya mbak Dame lebih mudah mengembang. Mungkin karena pakai baking powder kali yaa.

Baiklah ini resepnya. Saya agak modif sedikit:

Bahan :
250 gr terigu protein tinggi atau sedang (saya pakai protein tinggi)
1 sdm susu bubuk
6 gr ragi instan
50 gr gula pasir (saya cuman pakai 30gr)
1/4 sdt baking powder
50 gr kentang kukus
85ml air dingin
1 butir kuning telur
40 gram mentega
sejumput garam

Cara Membuat :
Campur terigu, susu bubuk, baking powder, gula dan ragi. aduk hingga rata

Tambahkan kentang kukus yang sudah dihaluskan, masukkan kuning telur dan tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus diuleni

Tambahkan garam dan mentega. terus uleni hingga kalis elastis.

Kali ini saya menggunakan bantuan mixer untuk mencampur adonan. Biar hemat tenaga. Hehe..jd setelah adonan setengah kalis, baru diulenin pakai tangan.
Mixer nya pakai yang bentuk spiral yahh.

image

Kalau mixer terlihat bergoyang-goyang kuat, matikan mixer dan lanjutkan uleni pakai tangan sampai kalis.

image

setelah kalis, diamkan selama kurang lebih 30-45 menit atau hingga adonan mengembang 2x lipat. jangan lupa wadahnya ditutupi dengan kain yang lembab agar adonan tidak kering

Setelah mengembang, kempiskan adonan.
Bagi dan bentuk bulat atau giling adonan dan cetak sesuai selera

Diamkan kurang lebih 10 menit (saya 30 menit).
Goreng donat dengan api sedang cenderung kecil hingga kecoklatan. angkat dan tiriskan. Sebenernya merasa agak kecewa dengan hasil gorengan donat kali ini. Biasanya kalau saya bikin donat, ketika digoreng bisa membentuk cincin. Sedangkan kali ini cincinnya ga terbentuk. Cincin adalah tanda bahwa donat telah mengembang sempurna ketika di goreng dan proses proofing nya optimal. Tapi rasanya tetep enak kok ini, meski ga ada cincinnya. Hehe..

image

nah…setelah dingin beri topping atau filling sesuai selera. Favorit saya adalah cokelaaat.

Untuk resep ini kurang lebih jadi 16 buah donat.

Mudah kaaan?
Ayoo ayoo dicoba. ^^

Ayam Tahu Kukus Sayur

PhotoGrid_1438579276914

Yieyy. Kali ini berkreasi menggunakan tahu, ayam dan putih telur.  Ni gara-garanya ada sisa putih telur dari membuat adonan donat. Biar ngga mubadzir, akhirnya dibuatlah makanan sehat ini. Hehe..

Ini bisa dijadikan alternatif untuk mengolah tahu biar tidak bosan. Yang pastinya enak dan sehat.

Langsung aja yah catat resepnya.

Ayam Tahu Kukus Sayur

Bahan:

  1. Daging Ayam 1/4 kg (saya belinya dada ayam, minta di fillet sama penjualnya)
  2. Tahu putih sedang 4 buah
  3. Wortel ukuran sedang 1 buah, potong kotak-kotak kecil
  4. Putih telur 4 (bisa menggunakan 1 telur utuh)
  5. Bawang merah 3 siung
  6. Bawang putih 3 siung
  7. Merica 3 sdt
  8. Garam secukupnya

Bahan dan Proses Pembuatan

Cara Membuat:

  1. Giling / haluskan bawang merah dan bawang putih. Saya menggunakan food processor untuk menghaluskan.
  2. Masukkan daging ayam yang sudah diiris kecil-kecil ke dalam food processor sampai halus.
  3. Masukkan tahu putih, garam dan merica. Terakhir masukkan telur.
  4. Giling semua bahan hingga halus dan bercampur.
  5. Matikan food processor dan campurkan wortel ke dalamnya. Aduk menggunakan sendok.
  6. Cetak adonan menggunakan cetakan kue putu ayu. Dengan resep di atas, kurang lebih bisa menjadi 18 buah.
  7. Hias bagian atas dengan daun seledri.
  8. Kukus dehh selama 30 menit.

Mudah kaaan? So simple and healthy.

Selamat mencobaa… ^^

Optimals White Serum vs Royal Velvet Firming Capsules

Oriflame merupakan produk kosmetik asal swedia yang jadi salah satu favorit masyarakat. Saya sendiri suka dengan produk skin care nya karena ramah dengan kulit sensitif. Kebetulan di rumah ada 2 produk skin care yang serupa tapi tak sama. Jadi pingin nulis review dehh.

Ini salah satu produk favorit saya. Namanya Optimals White Serum.

Optimals White Serum

Merupakan salah satu produk seri Optimals White. Produk ini berisi 28 kapsul berisi serum. Mengapa jadi favorit? Karena saya sukaaaa sensasinya setelah menggunakan serum ini. Ketika dibuka, isinya berbentuk seperti minyak gitu. Ketika dipakai di wajah, pertama-tama memang terasa a little bit oily. Tapi setelah dipijat-pijat ke wajah, serumnya cepat terserap. Tidak lengket dan tidak berminyak. Daaan rasanya kulit wajah menjadi lebih halus dan kenyal. Serum ini bisa dipakai pagi dan malam sebelum memakai krim pagi atau malam. Tapi kalau saya prefer pakai malam hari.

Produk kedua adalah Royal Velvet Ultra Firming Capsules. Isinya 28 Kapsul berwarna ungu. Tekstur serum Royal Velvet ini sedikit lebih padat (kental) dibandingkan dengan Optimals White Serum. Harganya juga lebih mahal. Hehe.. Memang produk Royal Velvet series ini termasuk produk premium dibandingkan dengan Optimals series. Kemasannya bagus, eksklusif. Berupa botol kaca bening yang tebal.

Royal Velvet Firming Capsules

Sensasinya..hampir sama sebetulnya dengan Optimals White. Lembut, ringan, tidak lengket. Tapi ga tau kenapa, saya lebih suka Optimals White. Lebih cocok di kulit saya sih rasanya.

Ini adalah contoh perbandingan isi kapsul dari kedua produk. Menurut sayaa..kedua-duanya recommended.

perbandingan

Royal Velvet memang lebih “padat” kandungannya, ditujukan untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dini seperti garis-garis halus di wajah. Adapun kalau Optimals White berkhasiat untuk mencerahkan wajah. Dua-duanya saya sukaaaa. :*

Hewan dan Anak-anak

PhotoGrid_1421031958901

Memelihara hewan memiliki beragam manfaat bagi anak-anak. Kucing, anjing, kelinci, ikan mas, kelomang, atau apapun itu di mata anak-anak sangatlah amazing dan menyenangkan. Tahukah anda, selain dapat menjadi hiburan, memelihara hewan dapat memberikan banyak manfaat positif dalam proses tumbuh kembang anak.

  1. Perkembangan Fisik

Hewan peliharaan dapat memberikan latihan untuk mengembangkan kemampuan motorik anak, baik motorik kasar maupun motorik halus. Anak-anak dapat berjalan-jalan dan berlari-larian dengan anjing atau kucing di halaman. Mereka dapat bermain dan bergerak dengan gembira bersama hewan kesayangannya. Kemampuan motorik halus dapat dilatih dengan mengajari anak untuk menuangkan makanan pada wadah makanan hewan atau air minum pada wadah minumannya. Menyisir hewan (misalnya kucing) juga dapat menjadi latihan yang baik untuk melatih keterampilan motoriknya. Namun tentu saja, pengawasan orang tua sangat dibutuhkan selama proses latihan ini.

  1. Perkembangan Sosial

Hewan dapat menjadi fasilitator social yang sangat baik. Anak-anak yang pemalu cenderung lebih berani mendekat dan berinteraksi dengan anak-anak lain yang sedang bermain dengan hewan peliharaan. Hewan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak untuk bermain bersama teman sebayanya. Hewan juga dapat menjadi teman yang menyenangkan bagi anak-anak, karena selain lucu, hewan juga dapat “menerima seseorang apa adanya”.

  1. Perkembangan Emosi

Hewan peliharaan dapat mempengaruhi perkembangan emosi seperti kepercayaan diri dan tanggungjawab. Kebiasaan mengurus hewan peliharaan dapat membangun kepercayaan diri bagi anak. Orangtua dapat mengajarkan aspek tanggung jawab melalui jadwal atau tugas-tugas sederhana yang dilatihkan kepada anak yang disesuaikan dengan usianya. Misalnya ketika usia 3 tahun, anak dapat diajarkan untuk mengisi makanan dalam wadah. Usia 5 tahun dapat diajarkan untuk membantu menyisir hewan atau membersihkan makanan yang berceceran. Pada usia yang lebih dewasa, anak dapat diajarkan untuk membersihkan litter box, mengajak hewan berjalan-jalan, atau mendampingi ke dokter hewan.

  1. Perkembangan Kognitif

Seiring dengan proses pertumbuhannya, anak-anak dapat mengembangkan minat yang berbeda-beda pada hewan tertentu. Orangtua dapat mendorong anak untuk membaca buku atau mencari informasi (misalnya dari internet dengan pengawasan) tentang hewan favorit mereka untuk menumbuhkan rasa ingin tahu mereka. Anak juga dapat diajak ke dokter hewan untuk memberinya kesempatan bertanya kepada dokter mengenai kesehatan hewan peliharaannya.

  1. Hewan sebagai terapi

Anak-anak dapat memiliki ikatan emosional khusus dengan hewan kesayangan mereka dan hal tersebut dapat memberikan ketenangan tersendiri bagi anak. Berbeda dengan orangtua, atau teman manusia, hewan tidak pernah mengkritik, memarahi, atau memerintah anak. Hewan selalu “menyenangkan” dan kehadiran hewan di rumah dapat memberikan rasa aman bagi anak, dan mengurangi kecemasan ketika anak ditinggal orangtuanya bekerja. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hewan dapat membantu menenangkan anak-anak yang terlalu agresif atau hiperaktif. Tentu saja dalam hal ini diperlukan pengawasan dan pelatihan bagi hewan dan anak agar dapat berinteraksi dengan aman.

Beberapa anak dengan autism atau gangguan belajar lainnya dapat berinteraksi dengan hewan dengan lebih baik dibandingkan dengan manusia. Anak-anak autis seringkali mengandalkan bahasa non-verbal dalam berkomunikasi, seperti halnya hewan. Belajar berinteraksi dengan kucing atau anjing dapat membantu anak autis dalam interaksinya dengan manusia.

Bermain dengan hewan peliharaan dapat membantu anak dengan gangguan belajar untuk mengatasi stress dan menenangkan dirinya sendiri, hal ini dapat memberikan bekal bagi anak untuk mengatasi masalah karena gangguan yang mereka miliki.

Ingin Memelihara Hewan? Perhatikan Dulu Hal-hal Berikut Ini

image

Memang benar jika disebut-sebut hewan peliharaan memiliki efek terapeutik. Dalam banyak kondisi, memelihara hewan terbukti dapat mengurangi stress dan meningkatkan mood positif bagi seseorang. Tidak heran banyak yang ingin memelihara hewan dengan harapan hewan peliharaan bisa menjadi teman yang menyenangkan.

Namun, perlu diingat bahwa memiliki hewan peliharaan tidaklah serta merta merupakan pengobatan ajaib bagi masalah psikologis seseorang. Memiliki hewan peliharaan hanya akan bermanfaat dan dapat menenangkan apabila seseorang memang menyukai hewan. Kalau anda bukan penyayang hewan, memiliki hewan tidak akan memberikan manfaat terapi yang kuat, bahkan malah mungkin bisa menjadi merepotkan. Sebelum anda memutuskan memelihara hewan, pertimbangkan dengan baik beberapa hal dibawah ini :

  1. Hewan membutuhkan biaya untuk perawatannya. Makanan, perlengkapan hewan, dokter, dll membutuhkan dana yang tidak sedikit. Jadilah pemilik hewan yang bertanggungjawab dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan hewan anda dengan baik. Namun sebenarnya banyak tips yang bisa dilakukan agar pengeluaran memelihara hewan bisa lebih hemat.  Di internet banyak pemilik hewan yang share beragam tips perawatan hewan kesayangan mereka.  Mungkin bisa dicontek tips yang mereka share.
  2. Hewan membutuhkan waktu dan perhatian. Memelihara hewan tidak cukup hanya diberi makan. Kebutuhan psikologis mereka juga harus diperhatikan. Mereka perlu diajak bermain atau berjalan-jalan. Harus dipertimbangkan bahwa memiliki hewan dapat membatasi waktu anda bepergian ke luar rumah, karena pada umumnya beberapa hewan tidak bisa ditinggal terlalu lama sendiri. Meski demikian, hal ini bisa diatasi dengan menitipkan hewan ke penitipan hewan atau kepada seseorang yang anda  percayai ketika ingin bepergian selama beberapa hari.
  3. Ingat, hewan dapat merusak perabotan rumah anda. Setiap hewan peliharaan memiliki potensi untuk membuat kerusakan yang tidak disengaja di rumah. Kucing suka mencakar sofa atau meninggalkan bulu rontok dimana-mana, anjing bisa menggigit sepatu atau barang-barang lainnya. Hal ini dapat diatasi dengan melatih hewan sejak dini untuk mengurangi perilaku negatifnya, serta melakukan pengawasan terhadap hewan. Khusus untuk kucing, sediakan papan garukan untuk mencegah kucing mencakar perabotan.
  4. Hewan peliharaan membutuhkan tanggungjawab. Setiap hewan memiliki kemungkinan menyakiti orang dengan tidak disengaja apabila tidak dijaga dengan baik oleh pemiliknya. Anjing dapat menggigit, kucing dapat mencakar. Pemilik hewan harus waspada terhadap bahaya, terutama jika terdapat bayi atau balita di rumah.
  5. Hewan peliharaan memiliki resiko penyakit bagi beberapa orang. Beberapa penyakit dapat ditularkan melalui anjing atau kucing. Alergi terhadap bulu merupakan kondisi yang umum dialami. Apabila anda atau anggota keluarga anda ada yang memiliki alergi, pertimbangkan dengan baik apakah memungkinkan untuk memelihara hewan di rumah.

Terkait resiko penyakit, ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghindari resiko penularan penyakit pada hewan. Anak-anak, wanita hamil, dan orang-orang dengan sistem imun lemah memiliki resiko yang lebih besar untuk tertular penyakit dari hewan. Hal-hal berikut dapat dilakukan untuk mengurangi resiko tersebut :

  1. Mencuci tangan dengan baik setelah memegang hewan peliharaan dengan menggunakan sabun antiseptik.
  2. Menjaga kebersihan dan kesehatan hewan dengan teratur melakukan vaksin dan memandikan hewan.
  3. Mengawasi anak-anak dibawah usia 5 tahun ketika mereka bermain dengan hewan. Cegah anak-anak mencium hewan peliharaan atau memasukkan tangan atau benda lain ke mulut setelah menyentuh hewan.
  4. Hindari membersihkan litter box bagi wanita hamil.

Mudah-mudahan dengan mempertimbangkan itu semua, anda menjadi lebih siap dalam memelihara hewan. Ingat, hewan peliharaan bukan seperti barang tidak bernyawa yang bisa dibuang begitu saja ketika anda merasa bosan atau repot. Mereka adalah makhluk hidup yang membutuhkan kasih sayang manusia. Mereka bisa merasakan ketika mereka disayangi.

Video dibawah ini mungkin bisa menjadi gambaran..seperti apa yang dirasakan hewan peliharaan ketika dibuang oleh pemiliknya.

Berbagai Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan

image

Memelihara hewan dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis. Hewan peliharaan memang memiliki efek terapi yang cukup kuat, mereka dapat mengurangi stress, rasa kesepian, bahkan bisa memberikan kegiatan olahraga bagi pemiliknya. Menurut penelitian, memelihara hewan bisa memperpanjang usia loh.

Bagaimana Hewan Dapat Meningkatkan Mood dan Kesehatan

Pemilik hewan umumnya menyadari kesenangan yang mereka dapatkan ketika berinteraksi dg hewan kesayangannya. Namun sebagian besar tidak menyadari manfaat fisik dan psikologis yang juga mereka dapatkan. Baru2 ini, mulai banyak dilakukan penelitian ilmiah untuk menggali manfaat dari ikatan antara manusia-hewan. American Heart Association menemukan bahwa kepemilikan hewan peliharaan berhubungan dengan penurunan resiko penyakit jantung dan usia yang lebih panjang.

Penelitian juga menunjukkan bahwa :

1. Pemilik hewan peliharaan memiliki tingkat depresi yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak memiliki.

2. Pemilik hewan memiliki tekanan darah lebih rendah pada situasi yang penuh tekanan.

3. Bermain dengan hewan dapat meningkatkan level hormon serotonin dan dopamin yang berfungsi menenangkan seseorang

4. Pemilik hewan memiliki kadar trigliserid dan kolesterol yang lebih rendah (keduanya merupakan indikator penyakit jantung)

5. Pasien jantung yang memiliki hewan peliharaan dapat bertahan lebih baik

6. Pemilik hewan yang berusia diatas 65 tahun 30% lebih jarang mengunjungi dokter dibandingkan dg yang tidak memiliki hewan

Hewan peliharaan tidak harus berupa anjing atau kucing. Bahkan melihat ikan di akuarium sudah dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan menurunkan denyut nadi.

Salah satu penjelasan mengenai efek terapi yang cukup kuat tersebut adalah hewan peliharaan dapat menyediakan kebutuhan dasar manusia akan sentuhan. Bahkan tahanan di penjara menunjukkan perubahan perilaku setelah berinteraksi dengan hewan peliharaan dalam jangka waktu cukup lama, banyak dari mereka mengalami perasaan kasih sayang untuk pertama kalinya.
Menyentuh, mengelus, atau memeluk hewan yang menyenangkan dapat dengan segera menenangkan diri kita ketika kita stress. Ikatan dengan hewan juga dapat mengurangi rasa kesepian dan beberapa hewan dapat diajak berolahraga yang dapat memperbaiki mood kita.

image
Seorang teman bersama kucing kesayangannya bernama Imeng

Bagaimana Hewan Peliharaan Dapat Mengubah Gaya Hidup Menjadi Lebih Sehat

Menjalani gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi gejala depresi, stress, bipolar disorder dan kecemasan. Memelihara hewan dapat membantu kita memiliki gaya hidup sehat tersebut dengan cara :

1. Meningkatkan olahraga atau kegiatan fisik. Olahraga tidak harus dilakukan di gym. Mengajak hewan berjalan-jalan atau bermain kejar-kejaran dengan hewan merupakan cara yang menyenangkan untuk berolahraga.

2. Memberikan teman. Rasa kesepian dan sendirian dapat menyebabkan gangguan psikologis seperti depresi atau lebih buruk lagi. Memelihara hewan dapat membuat seseorang merasa dibutuhkan dan diinginkan dan membuat seseorang tidak terlalu berfokus pada masalahnya, terutama untuk orang-orang yang tinggal sendirian. Sebagian besar pemilik hewan suka berbicara kepada hewan mereka, dan hal tersebut dapat membantu mereka dalam menghadapi masalah. Memasuki rumah dan disambut gembira oleh hewan kesayangan kita dapat seketika memperbaiki mood kita.

3. Membantu bersosialisasi. Hewan dapat menjadi topik pembicaraan yang menyenangkan bagi para pemilik hewan. Orang bisa saling berkenalan dan menjadi akrab karena saling berbagi cerita tetang hewan kesayangannya.

4. Mengurangi kecemasan. Berteman dengan hewan seperti kucing atau anjing dapat memberikan rasa nyaman, mengurangi kecemasan dan memberikan rasa percaya diri kepada seseorang untuk menghadapi dunia.

5. Memberikan jadwal yang terstruktur dalam  kegiatan sehari-hari. Kebanyakan hewan peliharaan memerlukan treatmen yang reguler dan teratur, seperti misalnya memberi makan, minum, atau membersihkan litter box pada kucing. Seperti apapun kondisi mood seseorang, sedang stress, malas, atau sedih, dia tetap harus bangun dari tempat tidur untuk memberi makan dan mengurus hewan peliharaannya. Hal ini dapat melatih disiplin dan tanggungjawab.

6. Menyediakan pengurang stress melalui sentuhan sensorik. Sentuhan dan gerakan merupakan dua cara yang sehat untuk mengatasi stress. Hal tersebut bisa didapatkan dengan bermain bersama hewan peliharaan.

So..banyak banget kan manfaat memelihara hewan? Let`s adopt one or two and feel the benefits 😀

Source : http://www.helpguide.org